Program televisi Mata Najwa yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta di Bumi Pertiwi ini pernah membahas berkali-kali masalah PSSI. Masalah yang membuat prestasi sepak bola negeri kita ini hancur. Edy Rahmayadi, seorang ketua P$$I yang sekarang adalah
PURNAWIRAWAN JENDRAL TNI AANGKATAN DARAT tak bisa berbuat apa-apa (menurut saya).
Saya mengangkat artikel ini bukan tanpa alasan, silahkan kalian menilai sendiri betapa baiknya Pak Edy Rahmayadi ini. Saya salah satu orang yang TIDAK SETUJU pada tagar #edyout karena banyak alasan.
Coba kalian lihat struktur organisasi PSSI dari waktu ke waktu, lihat sampai beres dan sampai divisi yang tidak penting tapi dibuat, kenapa ?
Orang yang sampai ini menjabat di kubu PSSI pasti orangnya itu-itu saja dan itu lagi itu lagi, meski sudah pernah dibekukan oleh Kemenpora karena mereka tahu duluan bobroknya PSSI makanya dibekukan tapi rakyat mendesak untuk mencabut surat pembekuan ya karena pada waktu itu rakyat yang gila bola belum mengetahui dan belum melek pada bobroknya PSSI.
Sekarang saja ketika rakyat bola sudah melek banyak yang menyesalkan kenapa PSSI bisa bebas dari jeratan hukum dan kenapa mafia bola dalam kubu PSSI masih saja bergerak bebas. Sebagai contoh saja yang penah ditayangkan di acara Mata Najwa yang dibawa oleh Najwa Shihab saya sebut HIDAYAT seorang EXCO yang menjadi mavia tapi dia ngelak ketika diwawancarai via seluler. Seorang Komite Exekutif masih jadi mafia ? Kapan negeri yang kita cintai ini jadi negeri yang maju ? (bukan maju dalam artian berjalan)
Oke sekarang saya mau bertanya kenapa bisa seperti itu ?? Dan kenapa tidak ada tindakan dari Edy Rahmayadi ?
Ini teori dari saya dan tolong camkan ini teori saya.
Edy Rahmayadi masuk jajaran PSSI ketika PSSI dibekukan 2 tahun silam dan kalau saya lihat dan saya teliti selama masa jabatannya saya tidak melihat perkembangan yang signifikan dikubu PSSI hanya Timnas yang GAGAL dan selalu gagal dalam setiap ajang yang diikutinya.

Pak Edy tak bisa berbuat apa-apa ketika PSSI dibongkar bisulnya, kenapa ? Karena Pak Edy ini mungkin saja ditutup mulutnya dengan uang oleh para mafia ini sebut saja mungkin Gusti Randa dengan bberapa bukti yang saya kumpulkan. Bukti yang blm tentu benar saya sebut saja yang terbaru ketika di mengelak atas pertanyaan "Kenal tidak Anda dengan Vigit Waluyo ?" yang dilontarkan oleh Najwa Shihab dalam acaranya. Dia berkata tidak kenal, dan bagaimana mungkin dia pernah satu organisasi dalam PSSI dan pernah duduk bersama dalam sebuah ruangan dan satu meja malahan, namun berbeda kursi.
Saya melihat dari matanya dan gerakan tubuhnya dia berbohong pada waktu itu. Dan kenapa saya bisa tahu ? Padahal saya bukan seorang psykolog, bukan bula orang hukum, namun saya tahu karena saya belajar banyak hal selama hidup saya dan saya tidak menyianyiakan waktu hidup saya untuk berleha-leha dalam kenikmatan hidup.
Lanjut lagi ke kasus...
Indonesia sampai kapanpun tidak akan bisa berprestasi dalam sepakbola apabila para mafia-mafia yang ada dalam kubu PSSI masih saja berkeliaran. Saya singgung dengan dalil (walau bukan bidang saya dalam mengungkapkan dalil tapi saya juga ngaji dan dituntut hafal dalil dulu kala) yang menyebutkan kalau ada salah satu diantara satu kaum yang berbuat dzolim, maka satu kaum akan merasakan akibatnya. Dan tidak hanya itu saja banyak dalil yang menyebutkan bahwa kedzoliman itu akan menghancurkan satu kaum walau hanya 1 yang berbuat dzolim. So berhati-hatilah Rakya Indonesia.
Solusi..
Dalam kasus ini saya tidak hanya akan berpendapat, karena berpendapat tanpa memberikan solusi itu ibarat memetik buat yang busuk. memtik sih dipegang juga tapi tidak ada manfaatnya.
Solusinya yang nyata dan mudah diaplikasikan adalah Presiden turun tangan dan kalau bisa sihh KPK juga turut ikut campur dalam urusan ini. Kalapupun tidak bisa maka rakyat harus diberikan izin untuk membentuk organisasi anti korupsi yang bisa memperbaiki PSSI dan orang-orang PSSI diganti semua. Yang sekarang sedang menjabat ini turunkan dan pensiunkan tanpa adanya tunjangan saja ganti sama mantan penggawa TIMNAS yang lebih mengerti tentang sepak bola dan kalau bisa para legend TIMNAS yang sedari dulu hanya bisa berkoar tanpa ada pembuktian.
Kalau saja PSSI ini bersih, pasti Coach Luis Milla tidak akan pergi ke spanyol lagi. Yang beliau masalahkan (dalam postingannya sebelum meningglkan Tanah Air yang sangatku cintai) adalah ketidak bersihan dan ketikda profesionalan pengurus PSSI, coba saja lihat sendiri.
Saya akhiri artikel ini dengan kata maaf apabila menyinggung saya menulis postingan ini sebelumnya melihat postingan dari berbagai media yang intinya ya yang saya sebutkan di atas.
TERIMA KASIH....

Komentar
Posting Komentar