Langsung ke konten utama

Berkesah "Maaf pak, kebanyakan ilmu

Ya... hidup itu konyol, kadang selucu program televisi Ini Talk Show dan...

Manusia tak ada yang sempurna, istilah itu kadang dilontarkan oleh orang-orang yang tidak mau berusaha untuk memperbaiki diri. Saya berani mengungkapkan itu karena menurut faktanya yang saya dapatkan dari 3000 orang yang pernah berkata seperti itu ada dalam posisi yang membuat mereka-mereka kebingungan dalam level cukup tinggi. Contoh saja seorang narasumber yang saya tanya kenapa Anda mengatakan hal itu, beliau menjawab "Siapa yang ga sakit hati, orang sama bos dikatakan saya kerja gak becus". Dari sana saya mulia berfikir untuk melanjutkan mencari informasi kenapa bisa sampai mengatakan hal itu.

Dari data yang saya dapatkan 89% orang mengatakn hal itu karena dalam keadaan yang tidak enak dalam artian mungkin merasa terdesak dan mungkin saja putus asa. Sisanya 11% mengatakn itu mereka adalah sang inovator yang memang hanya membuat postingan itu untuk mengisi konten mereka.

Tapi... Kita sebagai menausia biasa haruslah terus berusaha untuk menjadi yang sempurna tanpa harus berputu asa.

Ketika seseorang berusaha untuk menjadi yang sempurna dan memiliki target kesempurnaan menurut dirinya, contoh dan saya kasih contoh ini dalam kehidupan nyata yang teman saya alami dan saya bukan benci tapi tidak suka saja dengan cara kesombongan dia.

Dia dalah sorang ahli dalam jaringan informasi, dia banyak sekali serta dalam acara training tentang jaringan sehingga banyak memilki sertifikat. Beliau juga banyak mengikuti ajang sertifikasi yang diadakan salah satu vendor jaringan MIKROTIK ya mikrotik banyak sekali mengadakan ajang sertifikasi bagi orang-orang yang mengusai jaringan supaya dapat pengakuan di mata dunia.

Namun perlu diingat bahwa sertifikasi tanpa title SARJANA tidaklah ada apa-apanya. Title sarjana ibarat wadah, gelas untuk menampung air yang akan diterma oleh pemesan (perusahaan). Dan skill adalah isi atau airnya. Sertifikasi adalah pemanisnya kalau si perusahaan atau konsumen memesan yang manis-manis atau kopi berarti ya setifikasi adalah kopinya. Dan posisi vendor yang mengadakan sertifikasi itu posisinya dimana ? Para vendor adalah mengolahnya. Beda vendor beda skill beda rasa. Contoh adalah vendor kafe A dan Vendor kafe B pasti beda rasa karena beda pengolahnya.

Dari sana kita bisa simpulkan kalau ada perasanya ada pemanisnya, ada pengolahnya, ada airnya tapi tidak gelasnya, apakah bisa konsumen atau perusahaan menerimanya ?? walau rasnya lezat sekali ?? Saya rasa tidak kecuali perusahaan itu meminta kopi mentah.

Dikehidupan saya da orang yang banyak mengikuti sertifikasi tapi tidak mau kuliah dan tidak mau punya title S1 atau sarjana walau skillnya hebat dan sertifikatnya banyak tapi itu menjadikannya hanya menjadi guru honorer biasa yang digaji seadanya dan kalau tidak dilindungi oleh orang-orang kami apalah dia yang hanya lulusan SMK Swasta dan sudah berumur juga.

Tapi disisi lain dia sering lupa akan hal-hal kecil seperti buang sampah dan setiap kali diingatkan selalu mengelak dengan dalil "Maaf kebanyakan ilmu pak" itu yang membuat saya berfikir bahwa dia itu paradiot sekaligus merangkap jabatan paranormal (silahkan baca buku Indonesian Idiots).

Apakah pantas seseorang yang tidak punya title dan hanya lulusan SMK swasta mengatakan hal itu dihadapan mereka-mereka yang lebih tau dunia title dan dunia nyata yang sesungguhnya ??

Fikrkan dan renungkan...
menurut agama yangsaya anut, mengatakn hal itu termasuk hukum Riya yang memang dilarang silahkan klik saja untuk mendalaminya.

Sekian terima kasih...

Komentar